2 musim terlewati ..
masih
diam hening mendominasi
baik - baik saja kah kau ?
kuharap begitu .
menurutmu, bagaimana dengan musim ini ?
masihkah salju menghujani hatimu yang beku
tak bolehkah matahari melelahkan dinginmu yang biru
atau mungkin kau memang ingin tetap seperti itu
tak apa ,
kau boleh saja begitu
jika yang merasakan hanya dirimu
tapi nyatanya aku pun turut terjerembap dimusimmu yang pilu
lalu ..
bagaimana denganku yang tak bisa sepertimu ?
membiarkan semua berlalu dengan begitu biasa
yang bagiku sungguh diluar biasa
hingga aku tak mampu sekedar mencoba lupa
untukmu ..
datanglah dengan musim semimu yang dulu
seolah kau tak kan pernah memberiku salju pilu
dan pergi berlalu ..
Tampilkan postingan dengan label asaltulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asaltulis. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 Maret 2014
Kamis, 27 Februari 2014
Tak apa ..
Kau tahu ?
Hari - hari terasa menyebalkan bagiku.
Kenapa menunggumu terasa tak sesenang dulu ?
Mungkin, karena kau tak lagi terlihat seperti saat itu.
Apakah benar begitu ?
Apa kau sudah lupa ?
Atau kini kau memang sedang mengabaikanku ?
kucoba memulai pembicaraan kita.
Yang entah kapan kita terakhir bicara.
Mungkin kau sibuk disana
Tak apa , aku memakluminya .
Tapi, entah mengapa,
Menyapaku sebentar saja ,
bagimu seperti melempar dusta .
Rasanya , hari dan bulan cepat sekali berlalu .
Nyatanya, kau masih beku , membisu .
Lalu apa yang salah denganku ?
Aku seperti bayang masa lalu.
Berharap kau meneriakiku,
Memberitahuku
Tapi kau tetap saja ambigu .
Lalu, nanti aku harus bagaimana ?
Tetap melawan waktu dan arah .
Kusesali ini bila tak lagi sama .
Sulit kembali ketempat semula.
Tapi jika memang ini akhirnya,
Tak apa ..
Hari - hari terasa menyebalkan bagiku.
Kenapa menunggumu terasa tak sesenang dulu ?
Mungkin, karena kau tak lagi terlihat seperti saat itu.
Apakah benar begitu ?
Apa kau sudah lupa ?
Atau kini kau memang sedang mengabaikanku ?
kucoba memulai pembicaraan kita.
Yang entah kapan kita terakhir bicara.
Mungkin kau sibuk disana
Tak apa , aku memakluminya .
Tapi, entah mengapa,
Menyapaku sebentar saja ,
bagimu seperti melempar dusta .
Rasanya , hari dan bulan cepat sekali berlalu .
Nyatanya, kau masih beku , membisu .
Lalu apa yang salah denganku ?
Aku seperti bayang masa lalu.
Berharap kau meneriakiku,
Memberitahuku
Tapi kau tetap saja ambigu .
Lalu, nanti aku harus bagaimana ?
Tetap melawan waktu dan arah .
Kusesali ini bila tak lagi sama .
Sulit kembali ketempat semula.
Tapi jika memang ini akhirnya,
Tak apa ..
Selasa, 18 Februari 2014
bla - bla - bla
Ragu mengawali komitmenku. Lantang kukatakan aku sanggup melewati. Tanpa ku abaikan bahwa kenyataannya
ini takkan mudah. Tapi aku percaya. Aku mencoba dan berusaha kubisa.
Aku mulai berjalan, terkadang aku mencoba berjalan cepat dan sesekali berlari bahkan. Banyak jalan yang harus dipilih, banyak tikungan yang berbasa - basi dan kerikil yang menyandungi. sulit memang. Tapi harus dilalui. Entah apa yang akan kudapat nanti. Yang ku tahu, aku hanya segera mengakhiri dan akhirnya sampai di tempat ini.
Meski tak pungkiri aku lelah. Setiap hari terasa menyebalkan disini. Begitu saja terlewati tanpa tahu apa yang sudah terjadi. Mencoba memerangi dan bersabar hati. Hingga akhirnya nanti aku kan sampai ditempat ini dan aku berbangga hati. Yah, aku telah sampai disini, dihatimu.
Aku mulai berjalan, terkadang aku mencoba berjalan cepat dan sesekali berlari bahkan. Banyak jalan yang harus dipilih, banyak tikungan yang berbasa - basi dan kerikil yang menyandungi. sulit memang. Tapi harus dilalui. Entah apa yang akan kudapat nanti. Yang ku tahu, aku hanya segera mengakhiri dan akhirnya sampai di tempat ini.
Meski tak pungkiri aku lelah. Setiap hari terasa menyebalkan disini. Begitu saja terlewati tanpa tahu apa yang sudah terjadi. Mencoba memerangi dan bersabar hati. Hingga akhirnya nanti aku kan sampai ditempat ini dan aku berbangga hati. Yah, aku telah sampai disini, dihatimu.
Minggu, 09 Februari 2014
Tak tahu ..
Entah ..
Mengapa pelangi tak sejelas tujuh
Seperti kehilangan warna ungu
Lebih didominasi abu –
abu
Entah ..
Mengapa pagi tak sebiru agustus lalu
Dan senja tak lagi
sejingga waktu itu
kurasa matahari saat ini memudar sendu
Entah ..
kenapa tak lagi suka merah
jambu
itu warna favoritku
sekarang lebih akrab dengan kelabu
yah kurasa begitu ..
Entah ..
musim ini begitu pilu
hujan dan mendung
menambah haru
membiarkan agustus berlalu
yah agustusku ..
Entah ..
musim baru akankah tetap begitu
berubah haru atau begitu saja berlalu
aku tak tahu
Langganan:
Postingan (Atom)
